Pemerintah Jelaskan Upaya Cegah Banjir Dan Longsor Di IKN

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono blak-blakan menjelaskan pihaknya telah menyiapkan pembangunan infrastruktur untuk mencegah potensi bencana longsor dan banjir di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Untuk mencegah potensi longsor atau landslide, misalnya, ada sejumlah hal yang dilakukan di antaranya dengan mempertahankan ruang hijau lebih dari 75 persen dari 6.600 hektar luas area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

"Serta memasang sensor monitoring pergerakan tanah," kata Basuki dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Sabtu, 19 November 2022.

Selain itu, pembangunan yang dilakukan selalu mengikuti topografi dengan memanfaatkan cekungan untuk embung. Perancangan jalan dengan kemiringan kurang dari 10 persen, menghindari pembangunan di lokasi dengan kerentanan gerakan tanah tinggi, dan sangat menghindari pengupasan tebing/lereng.

Topografi jadi estetika IKN

"Kita seminimal mungkin melakukan metode proses pengerjaan tanah cut and fill. Kita ikuti topografinya. Kita ingin memanfaatkan topografi daerah tersebut menjadi estetikanya IKN," ujar Basuki.

Adapun upaya mitigasi potensi bencana banjir (flood) dilakukan dengan pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi. Saat ini progress pembangunan fisik bendungan itu sudah mencapai 78 persen dengan kapasitas tampungan 10,6 juta meter kubik untuk mengendalikan banjir di kawasan IKN hingga 55 persen.

Selain itu, juga akan dibangun juga 19 embung di KIPP sebagai sistem drainase kawasan, sekaligus untuk menciptakan harmoni antara green and blue development (pembangunan hijau dan biru).

Posting Komentar

0 Komentar