Ganjar Pranowo Tekankan Pemanfaatan Hutan Untuk Pertanian Harus Perhatikan Pohon Penahan Air


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pemanfaatan hutan untuk pertanian di daerah dataran tinggi oleh warga harus tetap memperhatikan pohon penahan air guna mengantisipasi terjadinya tanah longsor serta banjir.

“Umpama daerah dengan kemiringan yang tinggi harus ditahan betul, seperti pohon yang sudah ditebang itu akarnya jangan dicabut karena itu cukup bisa menahan air hingga nanti penanaman dari Perhutani berikutnya. Nah di sela-sela itulah silakan ditanami, maka kami mesti juga menjaga alamnya agar kemudian tidak terjadi banjir," kata Ganjar saat menghadiri penanaman jagung di Petak 49 Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa.

Ia mengingatkan hal itu karena sebelumnya pemanfaatan kawasan hutan milik Perum Perhutani untuk lahan pertanian di wilayah Kendeng tidak memperhatikan persentase tegakan atau pohon penahan air. Hampir 90 persen lahan, lanjut dia, hanya ditanami jagung tanpa ada tumbuhan keras sama sekali.

"Saya ingatkan itu karena sudah terjadi di Pati dan Grobogan (pegunungan Kendeng) sehingga kemarin waktu hujan terjadi banjir dan longsor. Untuk petani yang kemarin terdampak bencana, kami sudah punya mekanisme untuk me-recover. Pemerintah ada benih yang bisa dibagikan, lalu ada juga asuransi petani untuk kerugian," ujarnya.

Terkait dengan penanaman jagung di Petak 49 Hutan Produksi Jragung, Pringapus, Ganjar mengapresiasi Polri selaku penggerak dan kegiatan ini diinisiasi Satgas Pangan Polda Jateng bersama Perum Perhutani, serta kelompok petani di sekitar Petak 49.

"Bagus ini, jadi tidak hanya operasinya. Sekarang Polri dengan ekstrakurikulernya kita mendapatkan dukungan. Jadi kalau biasanya kita sambat kepada kepolisian kalau ketika ada operasi satgas pangan, umpama kelangkaan penimbunan, dan sebagainya, tapi hari ini kita dibantu mulai dari penanaman serentak. Luasnya juga cukup signifikan dan ini bisa memanfaatkan lahan-lahan milik Perhutani," katanya.

Menurut dia, saat ini masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan, maka langkah dari Satgas Pangan Polda Jateng dengan menanami hutan produktif dengan tanaman tumpang sari dapat mendorong produktivitas beberapa komoditas, baik jagung, padi maupun komoditas lain yang bisa dikembangkan.

"Itu yang menurut saya bisa ngegas beberapa komoditas yang ada. Kalau hari ini jagung, mungkin nanti di tempat lain bisa kita sesuaikan dengan yang lain. Terima kasih kepada teman-teman kepolisian yang hari ini memberikan tugas tambahan kepada anggota untuk menanam. Kalau musim hujan saat ini masih ada sisa dan kita bisa memanfaatkan tentu ini akan sangat luar biasa dan masyarakat sekitar hutan bisa menikmati hasilnya," ujar Ganjar.

Mengenai kebutuhan komoditas pangan, Ganjar mengatakan secara umum setiap tahun kebutuhan dapat dicukupi, namun ada bulan-bulan tertentu misalnya sebelum panen, terjadi kelangkaan dan jagung termasuk dalam salah satu komoditas tersebut.


Posting Komentar

0 Komentar