Ganjar Pranowo Maksimalkan Anggaran untuk Perbaikan Jalan Rusak

 

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran dana sebesar Rp 437 miliar untuk program penyelenggaraan jalan pada 2023. 

Perbaikan jalan melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng itu dilakukan dengan sistem pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan. 

Perlu diketahui, pemeliharaan rutin jalan adalah kegiatan merawat dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 13/PRT /M/2011. 

Sementara rehabilitasi adalah pemeliharaan berkala jalan, yakni kegiatan penanganan pencegahan terjadinya kerusakan yang lebih luas dan setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain. Hal ini bertujuan agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana, Kamis, (06/07/2023).


Adapun rekonstruksi jalan adalah peningkatan struktur yang dapat meningkatkan kemampuan bagian ruas jalan dalam kondisi rusak berat agar bagian jalan tersebut mempunyai kondisi mantap kembali sesuai dengan umur rencana yang ditetapkan.

Kepala DPUBMCK Provinsi Jateng AR Hanung Triyono menuturkan bahwa pemeliharaan jalan pada 2023 sepanjang 2,404.741 kilometer (km). "Kalau pemeliharaan kami lakukan sepanjang tahun dan tiap tahun pasti ada penanganan," ujarnya.

Hanung merinci, rehabilitasi jalan pada 2023 terbagi di sembilan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ). 

Pertama, BPJ Cilacap meliputi ruas Sidareja-Cukangleuleus panjang 2 km dengan anggaran Rp 2,6 miliar, Bobotsari-Belik panjang 2,5 km dengan anggaran Rp 4 miliar, dan Purbalingga-Bobotsari-Jalan Sungkono panjang 2 km dengan anggaran Rp 2,6 miliar, 

“Kemudian, ruas Kaliori-Patikraja panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar dan rehab dinding penahan tanah Cilopadang-Salem panjang 100 meter (m) dengan anggaran Rp 1 miliar,” imbuh Hanung.

Kedua, BPJ Tegal meliputi ruas Jalan Bumiayu-Salem panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Bumiayu-Sirampog panjang 0,30 km dengan anggaran Rp 3,5 miliar, Morongso-Tuwel-Sirampog panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar. 

Kemudian, ada ruas Bandungsari-Pananggapan panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar dan rehab jembatan Cigareng dengan anggaran Rp 2 miliar. 

“Ketiga, BPJ Pekalongan ruas Jalan Batang-Wonotunggal-Surjo panjang 1 km dengan anggaran Rp 2 miliar, Moga-Morongso panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar, serta rehab Jembatan Welo Panjang panjang 60 m dengan anggaran Rp 2 miliar,” jelas Hanung. 

Adapun BPJ keempat, lanjut dia, yaitu Wonosobo yang dilakukan di ruas Wanayasa-Kalibening panjang 2,3 miliar dengan anggaran Rp 3 miliar. 

Kelima, ada BPJ Magelang dengan rehabilitasi jalan di ruas Magelang-Ngablak panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Bener-Maron-Purworejo panjang 5 km dengan anggaran Rp 8 miliar, dan Kutoarjo-Bruno panjang 3 km dengan anggaran Rp 3,8 miliar.

“Kemudian keenam, yaitu BPJ Semarang meliputi ruas Semarang-Godong (rehabilitasi drainase) panjang 0,05 km dengan anggaran Rp 1 miliar, Cangkiran-Boja-Sukorejo panjang 1 km dengan anggaran Rp1,3 miliar, dan Weleri-Patean panjang 1 km dengan anggaran Rp1,3 miliar,” imbuh Hanung. 

Ketujuh, lanjut dia, ada BPJ Purwodadi terdiri atas ruas Purwodadi-Klambu panjang 0,5 km (perbaikan beton) dengan anggaran Rp 2 miliar, 

Lalu, ada perbaikan jalan ruas Gubug-Kapung-Kedungjati panjang 0.10 km dan (rehab dinding penahan tanah) tinggi 25 m dengan anggaran Rp 3 miliar, dan Singget-Doplang - Cepu (rehabilitasi Jembatan Wulung II) panjang 40 m dengan anggaran Rp 1 miliar. 

Rehabilitasi kedepalan, kata Hanung, adalah BPJ Surakarta. Untuk ruas jalan yang diperbaiki, di antaranya Karanganyar-Jatipuro panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Wonogiri-Manyaran-Blimbing panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar, dan Ngadirejo-Jatipuro panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar.

“Kemudian, perbaikan pada ruas jalan Wuryantoro-Pracimantoro panjang 1 km dengan anggaran Rp 1,3 miliar dan rehabilitasi dinding penahan tanah Boyolali-Selo-Jrakah panjang 0,03 km dengan anggaran Rp 1,5 miliar,” ucap Hanung. 

Kesembilan, lanjut dia, yaitu BPJ Pati yang meliputi Juwana-Todanan panjang 2 km dengan anggaran Rp 2,6 miliar dan Jepara-Keling panjang 2 km dengan anggaran Rp 2,6 miliar. 

Hanung menjelaskan bahwa untuk program peningkatan jalan melalui bagian bidang wilayah terbagi menjadi bidang wilayah timur dan barat. 

Untuk wilayah timur, sebut dia, di antaranya Todanan-Ngawen panjang 1 km dengan anggaran Rp 7,7 miliar, jembatan Ganepo Sragen panjang 50 m dengan anggaran Rp 2 miliar. 

Kemudian, ruas jalan Ngadirojo-Giriwoyo panjang 1 km dengan anggaran Rp7,7 miliar, dan rekonstruksi jalan Demak-Godong panjang 1 km dengan anggaran Rp 8 miliar.

"Sedangkan untuk wilayah barat ada Kutoarjo-Ketawang panjang 1,1 km dengananggaran Rp 8,1 miliar, Bandungsari-Salem 1 panjang km dengan anggaran Rp 6,2 miliar," jelas Hanung. 

Lalu ada ruas jalan, Parakan-Patean panjang 1 km dengan anggaran Rp 3,7 miliar, Kersana-Bandungsari panjang 1 km dengan anggaran Rp 4 miliar, dan Buntu-Kroya-Slarang panjang 1 km dengan anggaran Rp 8 miliar. 


Menggunakan PHJD dan DAK 

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, dana perbaikan jalan di Jateng tidak hanya berasal dari anggaran APBD Provinsi Jateng, tetapi juga menggunakan program Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Perbaikan jalan menggunakan dua dana tersebut, kata dia, dilakukan di ruas jalan Batur-Dieng-Kejajar-Wonosobo sepanjang 2,2 km dengan anggaran Rp15,3 miliar, Kertek-Kepil-Kemiri panjang 3 km dengan anggaran Rp 19,2 miliar, 

Kemudian, ruas jalan Magelang-Kaliangkrik-Sapuran panjang 2,3 km dengan anggaran Rp 16,4 miliar, Galih-Ngrampal panjang 1,16 km dengan anggaran Rp9,9 miliar, serta Lasem-Sale sepanjang 2 km dengan anggaran Rp 17 miliar.

"Untuk saat proses lelang program rehab dan peningkatan jalan sudah selesai dan mulai tahap pelaksanaan," tutur Hanung. 

Kendati demikian, sebut dia, tahap pelaksanaan memang terkendala cuaca. Sebab, perbaikan jalan tidak bisa dilakukan saat hujan. 

"Namun, kami komitmen untuk terus melakukan yang terbaik dan tepat waktu," ucap Hanung. 

Dalam pemeliharaan jalan, ia menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan Kelompok Masyarakat Bina Marga (Pokmas Bima), serta masyarakat secara langsung melalui kanal aduan aplikasi Jalan Cantik. 

"Semua aduan atau laporan kerusakan jalan kami terima dan ditangani," imbuh Hanung.


Posting Komentar

0 Komentar