Ganjar Pranowo Akan Berikan Perhatian Khusus ke Perajin Batik Perempuan


 Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo mendorong para perajin batik di Sukoharjo, Jawa Tengah untuk menggandeng para designer untuk menjual batik. Hal tersebut penting dilakukan mengingat harga jual batik yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat blusukan ke tempat perajin Batik Kedung Gudel, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ganjar juga mencoba membatik bersama perajin lainnya. Batik yang dicoba Ganjar yakni batik blanggreng.

"Hari ini saya menemukan di Sukoharjo satu tradisinya masih berjalan, dua produksinya cukup bagus. Kalau saya datang ke tempat-tempat seperti ini, kebetulan saya penggemar batik, ini harganya sangat terjangkau," kata Ganjar di lokasi, Selasa (26/12/2023).


Ganjar mengatakan, harga jual batik yang diproduksi di sana bisa naik 200-300 persen.Bahkan, lanjut dia, jika sudah menyentuh pusat perbelanjaan yang besar, harga tertinggi batik bisa mencapai puluhan juta. Untuk itu, Ganjar mendorong para perajin untuk menggandeng para designer agar harga jual batik yang produksi menjadi tinggi.

"Kalau itu sudah sampai di mall di toko besar, saya tanya yang paling bagus berapa ini. 'Ini pak yang paling bagus, detail Rp 6 juta'. Kalau masuk ke kota sudah masuk Rp 12 juta. Kalau sudah jadi baju bisa mencapai Rp 40 juta. Terbayangkan? value nya," kata dia.

"Maka saya dorong mereka untuk bisa bertemu dengan para designer dan ternyata mereka sudah relate dengan para designer dengan para pemilik brand batik besar," imbuh Ganjar.


Di samping itu, Ganjar berjanji akan memperhatikan para perajin yang didominasi oleh perempuan tersebut. Hal itu selaras dengan program kerja Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Yakni perempuan maju dan juga memajukan UMKM serta koperasi.

"Praktik itu ada, sehingga yang kita tawarkan pada masyarakat bukan ngarang, tapi praktik baik yang muncul secara bottom up," jelasnya.


Ganjar tak menampik selalu mendapatkan keluhan dari pelaku UMKM. Ganjar berjanji ke depannya akan lebih memajukan dan meningkatkan produktivitas UMKM di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan target mereka yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.

"Jadi kalau kita mau bicara pertumbuhan ekonomi ada kekuatan ekonomi kecil yang sebenarnya bisa menjadi booster untuk ikut membantu tumbuhnya ekonomi," tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar